Sabtu, 22 Desember 2025, SD Kanisius Kenalan masih terasa sangat hidup hingga malam hari. Suasana belajar dan bermain dalam balutan tawa, bunyi serta perjumpaan hangat menyatu dalam alunan musik perkusi barang bekas. Bagi para insan cilik, bermain merupakan dunia nyata tempat kreativitas serta kecerdasan bertumbuh. Di komunitas Republik Anak Kenalan (RAK) SD Kanisius Kenalan, ruang bermain ini disebut Blekothek – sebuah program ekstrakurikuler yang memanfaatkan beragam barang bekas untuk diolah menjadi alat musik. Dari tangan anak-anak dan para pendamping, “sampah” berubah menjadi bunyi, irama, dan karya yang bernilai. Melalui proses inilah, anak berani mengekspresikan diri, mengasah keterampilan diri, hingga berproses membangun karakter. Seorang murid kelas 4 (Nico), menyampaikan perasaannya “saya sangat senang bisa tampil dalam blekoncert”. Dengan semangat Melek, Mrantasi, dan Moncer, Blekoncert menjadi puncak perayaan proses belajar tersebut (Simus, 2025). Anak-anak diajak terbuka terhadap pengetahuan (Melek), berani menghadapi tantangan (Mrantasi), dan percaya bahwa kesungguhan akan membawa keberhasilan (Moncer). Kegiatan ini membuktikan bahwa karya yang lahir dari kesederhanaan dapat memberi dampak besar bagi perkembangan anak. Alur blekoncert hadir dari refleksi proses belajar dalam komunitas. Tema-tema yang diangkat merekam proses utuh pembelajaran selama satu semester hingga peristiwa aktual yang menjadi perhatian bersama warga dunia. Blekoncert keempat pada tahun 2025 bertema Samadya Nemu Begja, Kemaruk Remuk. Tema ini menjadi ajakan untuk hidup secukupnya, tidak serakah agar manusia menemui keberuntungan dalam hidup bersama. Acara diawali dengan perarakan gunungan barang bekas (blek) disertai nyanyian “anak-anak kenalan”, penampilan fase A, penampilan Fase B, penampilan fase C, penampilan para alumni SD Kansius Kenalan (emperan), penampilan para guru, ditutup dengan penampilan kolaborasi semua penampil. Selama 15 tahun sudah blekothek berdinamika yang tidak hanya berfokus pada perkusi saja, namun berkembang menjadi ruang pengasahan multiple intelligences anak. Kecerdasan liguistik, logis-matematis, musical, kinestetik, spasial, interpersonal, intrapersonal hingga naturalis terasah dan tumbuh dalam ruang ini (Li & Ismail, 2023). Semua kecerdasan tersebut tumbuh secara mendalam dalam jalinan proses eksplorasi ide, perencanaan, pementasan, sampai refleksi dan evaluasi. Blekoncert bukan lagi sekedar pertunjukan musik, namun menjadi ruang refleksi, pendidikan hidup, tempat anak belajar menjadi manusia yang lebih peka, bertanggung jawab dan mencintai alam. Ref: Li, J. & Ismail, M. J. (2023). Application and Exploration of Multiple Intelligences Theory in Children’s Music Education. Kurdish Studies, 11(1).